Kahminasional.com, Jakarta – Koordinator Presidium Majelis Nasional Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (MN KAHMI), Ahmad Riza Patria, menyatakan, pelabuhan memiliki peran strategis dalam menompang perekonomi nasional. Aktivitas bongkar muat menjadi salah satu kegiatan yang berkontribusi besar.
Dalam Kajian Reboan #13 yang diadakan Lembaga Kajian Strategis MN KAHMI pada Rabu (19/1), dirinya menambahkan, pemerintah menetapkan koperasi sebagai wadah untuk menaungi para tenaga kerja bongkar muat (TKBM) di pelabuhan.
“Ini komitmen pemerintah untuk membangun dan menumbuhkembangkan koperasi sebagai soko guru ekonomi sesuai UUD 1945,” ucapnya. Kajian Reboan kali ini mengusung tema “Proyeksi Awal Tahun: Reformasi dan Transformasi Tata Kelola Ekosistem Logistik Nasional dan Peran Koperasi Tenaga Kerja Bongkar Muat Pelabuhan untuk Meningkatkan Daya Saing Perekonomian Nasional Mewujudkan Indonesia sebagai Poros Maritim Dunia”.
“Kami apresiasi komitmen Kementerian Koperasi dan UKM untuk mempertahankan eksistensi koperasi tenaga kerja bongkar muat yang keberadaannya sudah cukup lama di pelabuhan,” sambungnya.
Oleh karena itu, Ariza, sapaannya, mendorong pemerintah agar memperhatikan dan meningkatkan peran koperasi TKBM guna kesejahteraan para anggotanya. Dirinya pun berharap, Kajian Reboan menghasilkan rekomendasi dalam memperkuat eksistensi koperasi TKBM.
“Jadi, tugas kita semua agar koperasi tenaga kerja bongkar muat mengalami perbaikan dan kualitas pelayanan yang modern, efisien untuk mendukung visi poros maritim dunia,” jelasnya.
Dalam penutupnya, Wakil Gubernur DKI Jakarta ini mengutip pernyataan proklamator sekaligus Wakil Presiden pertama RI, Mohammad Hatta.
“Beliau mengatakan, koperasi adalah kerja sama antarmanusia yang setara untuk kepetingan bersama,” pungkas Ariza.